Orang Melayu punya pepatah dalam mengungkapkan tentang betapa buruknya akhlaq perangai para pengkhianat dan penipu yang tidak bisa dipercaya. Dikatakan orang yang demikian itu sebagai orang yang bermuka dua. Sejarah manusia-manusia bermuka dua ini terus menerus ada dalam sejarah kehidupan manusia dan lebih khusus lagi dalam sejarah kehidupan kaum Muslimin. Motif penipuan terhadap Ummat Islam dari masa ke masa hampir sama, yaitu operasi penipuan yang dilakukan oleh orang-orang bermuka dua. Untuk itulah melalui tulisan ini, saya merasa perlu mengingatkan segenap pembaca yang budiman, salah satu bahaya yang terus-menerus mengecohkan Ummat Islam. Yaitu bahaya orang-orang yang bermuka dua.
Iblis la’natullah `alaih melakukan operasi penipuan pertama kali dengan model dua muka. Dia bersumpah dengan nama Allah, bahwa ia adalah pihak yang menasehati Adam dan Hawwa’ `alaihimas salam dengan penuh ketulusan, ketika ia menyuruh keduanya untuk memakan buah terlarang di sorga Allah. Dan akhirnya Adam dan Hawwa tertipu untuk melanggar larangan Allah karenanya. Cara penipuan yang demikian ini rupanya sangat efektif menurut anggapan iblis dan anak buahnya. Sehingga berbagai manuver penipuan setelah itu, selalu dilakukan dengan model dua muka. Namun kelemahan manusia yang amat fatal ialah tidak mengambil pelajaran dari berbagai kejadian di masa lalu, akibatnya mereka disengat dari satu lobang untuk kedua kalinya.
MAKAR JAHAT DI BALIK WAJAH ISHLAH
Ishlah itu maknanya ialah melakukan upaya kebaikan dan perbaikan di kalangan manusia pada umumnya dan di kalangan kaum Muslimin pada khususnya. Fitrah manusia amat senang dengan apa yang dinamakan ishlah . Karena itu, setiap ada pernyataan atau simbul dan seruan ishlah , akan mendapat dukungan serta simpati dari kebanyakan orang. Dan dengan alasan inilah, orang-orang munafiq dalam upaya menutupi makar jahatnya selalu berkamuflase dengan penampilan sebagai orang-orang yang berkeinginan untuk ishlah . Manuver penipuan yang mereka lakukan terhadap Ummat Islam dengan berkedok ishlah , telah diceritakan oleh Allah Ta`ala dalam firman-Nya:
“Dan apabila dikatakan kepada mereka, jangan kalian membikin kerusakan di muka bumi. Mereka (membalas nasehat itu dengan) mengatakan: Hanyalah kami ini adalah orang-orang yang mengupayakan ishlah . (Allah pun membantah pernyataan mereka dengan menyatakan:) Ketahuilah sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang membikin kerusakan di muka bumi, akan tetapi mereka tidak merasa.” ( Al-Baqarah : 11 – 12)
Al-Imam Ibnu Jarir At-Thabari rahimahullah menerangkan tafsir bagi ayat ini sebagai berikut: “Dan membikin kerusakan di muka bumi maknanya ialah: Melakukan padanya apa-apa yang dilarang oleh Allah dan menelantarkan apa-apa yang diperintahkan oleh-Nya untuk dijaga baik-baik. Maka yang demikian itu adalah pengrusakan yang total.” ( Tafsir At-Thabari , Al-Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir At-Thabari, jilid 1 hal.159)
Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi dalam tafsir beliau Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an jilid 1 hal. 178 membawakan keterangan Thawus bin Kisan, seorang Imam dari kalangan Ta’biin, sebagai berikut: “Ibnu Kisan telah berkata: Orang yang tidak mengerti bahwa perbuatannya itu merusak, tidaklah tercela dengan perbuatannya itu. Yang dicela itu hanyalah orang yang mengerti bahwa dia membuat kerusakan, kemudian dia terus-menerus membuat kerusakan itu dalam keadaan mengerti bahwa dia melakukan kerusakan (demi kepentingan hawa nafsunya, pent). Jadi cercaan Allah terhadap orang munafiq di ayat ini, yang dikatakan oleh-Nya bahwa mereka membuat kerusakan tetapi mereka tidak tahu kalau diri mereka membuat kerusakan, maka pernyataan ini ditafsirkan dengan dua keterangan, yaitu:
1). Mereka melakukan upaya pengrusakan dengan tersembunyi dan menampilkan bahwa diri mereka seolah-olah melakukan ishlah (kebaikan). Mereka tidak merasa bahwa segala makar yang mereka sembunyikan itu telah diketahui oleh Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam (karena diberi tahu oleh Allah).
2). Mereka menganggap bahwa kerusakan yang mereka lakukan adalah dalam rangka ishlah , sementara mereka sendiri tidak merasa bahwa manuver yang mereka lakukan adalah kerusakan. Dan mereka itu dalam keadaan mendurhakai Allah dan Rasul-Nya ketika mereka meninggalkan kewajiban untuk menerangkan kepada manusia tentang kebenaran dan sekaligus mengikuti kebenaran itu.” Demikian Al-Imam Al-Qurtubi menerangkan.
Dari keterangan-keterangan para imam tersebut, kita dapatkan penjelasan bahwa orang-orang munafiq itu melancarkan berbagai makarnya terhadap kaum Muslimin dengan berkamuflase sebagai orang-orang yang membikin upaya ishlah . Penampilan dua muka orang-orang munafiq itu adalah dalam rangka menipu ummat Islam, yaitu dalam rangka menutupi kejahatan mereka yang amat keji. Adapun kejahatan mereka terhadap ummat Islam dalam mendurhakai Allah dan Rasul-Nya ialah:
1). Selalu membikin tipu daya terhadap kaum Muslimin, sebagaimana hal ini diberitakan oleh Allah Ta`ala dalam firman-Nya:
“Dan ada segolongan manusia yang mengaku beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, padahal mereka sesungguhnya tidaklah beriman. Mereka dengan pengakuan dusta itu ingin menipu Allah dan menipu kaum Mu’minin, akan tetapi sesungguhnya mereka itu menipu diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak merasa.” ( Al-Baqarah : 8 – 9).
2). Memperolok-olok dan merendahkan kaum Mu’minin / Muslimin, terutama kaum Mu’minin generasi Shahabat dan Tabi’in serta para Ulama’ Ahlul Hadits. Hal ini sebagaimana yang diterangkan oleh Allah Ta`ala dalam firman-Nya:
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kalian seperti berimannya para Shahabat Nabi.” Mereka pun menjawab: “Apakah kami ini disuruh beriman seperti cara berimannya orang-orang yang dungu.” (Allah menjawab ejekan mereka dengan menyatakan:) “Ketahuilah sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang dungu, akan tetapi mereka tidak mengerti.” ( Al-Baqarah : 13)
3). Menyeru manusia untuk berbuat kemungkaran dan mencegah manusia untuk berbuat kebaikan. Membangkitkan semangat manusia untuk berbuat kemungkaran dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menghalangi dan menjegal segala upaya untuk berbuat kebaikan. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta`ala:
“Orang-orang munafiq dari kalangan pria dan wanita, sebagian mereka atas sebagian yang lainnya menyeru kepada kemungkaran dan mencegah berbuat baik dan mereka menahan tangannya untuk bershadaqah. Mereka melupakan Allah, sehingga Allah pun melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafiq itu adalah orang-orang yang fasiq.” ( At-Taubah : 67)
4). Memuji Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam di depan kaum Mu’minin, tetapi di belakang kaum Mu’minin, mereka mendustai dan mengkufurinya. Allah Ta`ala memberitakan kedustaan mereka sebagai berikut:
(artinya) “Apabila datang kepadamu orang-orang Munafiq, mereka menyatakan: “Kami bersaksi bahwa engkau adalah Rasul-Nya (yakni utusan Allah).” Dan Allah bersaksi bahwa engkau adalah Rasul-Nya dan bersaksi pula bahwa orang-orang munafiq itu telah berdusta. Mereka menjadikan sumpah palsu mereka sebagai tameng (untuk menutupi kedustaan mereka) sehingga dengan itu mereka menghalangi manusia dari jalan Allah. Mereka itu amat jahat perbuatannya.” ( Al-Munafiqun : 1 – 2).
5). Mereka suka memperolok-olok Agama Allah dan membangun hubungan persahabatan erat dengan orang-orang kafir. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta`ala sebagai berikut:
(artinya) “Beri kabar kepada orang-orang munafiq bahwa mereka akan menerima adzab yang pedih. Mereka itu adalah yang menjadikan orang-orang kafir sebagai sahabat kentalnya, dengan tidak menjadikan kaum Mu’minin sebagai sahabat. Apakah mereka itu dengan sikap yang demikian karena mengharapkan kemuliaan di sisi orang-orang kafir, padahal semua kemuliaan itu milik Allah jua. Padahal telah turun kepada kalian kitab, tetapi bila kalian mendengar ayat-ayat Allah, kalian mengingkarinya dan memperolok-olokkannya. Oleh karena itu, kalian kaum Mu’minin, jangan duduk dengan mereka ketika sedang memperolok-olok ayat-ayat Al-Qur’an itu, sehingga mereka berpindah omongan dengan omongan lainnya. Sebab kalau kalian kaum Mu’minin masih duduk dengan mereka ketika mereka memperolok-olok Al Qur’an, maka berarti kalian adalah seperti mereka juga. Sesungguhnya Allah mengumpulkan orang-orang munafiq itu di neraka Jahannam dengan orang-orang kafir bersama-sama.” ( An-Nisa’ : 138 –140)
Dengan demikian, lengkaplah kedurhakaan orang-orang munafiq dan kejahatannya terhadap Islam dan Muslimin. Segala kejahatan mereka tersebut dianggap ringan oleh banyak orang, karena orang-orang munafiq itu menutupi kejahatannya dengan penampilan sebagai pihak yang sedang mengupayakan ishlah . Sehingga banyak kaum Muslimin terkecoh karenanya, bahkan akhirnya menjadi ujung tombak berbagai manuver jahat para pengkhianat dan penipu itu.
BENTUK LAIN KEMUNAFIKAN
Perkembangan situasi dan kondisi Ummat Islam dari masa ke masa, akhirnya menampilkan kemunafikan model baru dalam menipu dan mengkhianati ummat Islam. Model baru kemunafikan tersebut adalah melalui bid’ah yang dilansir di kalangan Ummat Islam lengkap dengan syubhat dan syahwat.
Syubhat itu adalah pengkaburan agama dengan cara menjungkir-balikkan keterangan agama, ketika kebodohan Ummat merajalela di kalangan mereka. Sedangkan syahwat itu adalah ambisi dan keinginan keras terhadap berbagai kepentingan dunia, sehingga karenanya hawa nafsu mendominasi akal dan pikirannya dalam memahami agama. Akibatnya keterangan agama itu difungsikan hanya menjadi pembenar terhadap segala selera hawa nafsu itu.
Demikianlah syubhat dan syahwat itu sebagai jalan masuk berbagai bid’ah-bid’ah di kalangan Ummat Islam dalam kehidupan beragama mereka. Dan ketika berbagai bid’ah itu bercokol di kalangan Ummat Islam, muncullah para penganut dan pembela bid’ah yang sering dinamakan ahlul bid’ah. Golongan ahlul bid’ah tersebut selalu menghadapi Ummat Islam dengan dua muka yang sering diistilah sebagai taqiyyah . Golongan ini penuh rencana jahat terhadap Ummat Islam dan amat berkepentingan untuk terjadinya perpecahan di kalangan Ummat ini, melalui penanaman semangat hizbiyyah (yakni pengelompokan kaum Muslimin yang tidak berdasarkan dalil). Golongan Ahlul Bid’ah selalu bersekongkol dengan musuh-musuh Islam untuk merendahkan dan menghinakan Ummat Islam, terutama para Ulama’nya dari kalangan Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , kemudian Ulama’ dari kalangan Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in, kemudian segenap Ulama’ Ahlul Hadits dari masa ke masa sampai hari kiamat kelak. Para Ulama’ inilah yang menjadi sasaran penghinaan dan pelecehan ahlul bid’ah. Jadi ahlul bid’ah itu adalah bentuk lain gerombolan orang-orang munafiq di zaman ini, waspadalah terhadap golongan ini dan jangan terkecoh oleh tipu muslihat mereka.
Salah satu bentuk gerakan Ahlul Bid’ah yang memakai kedok ishlah adalah gerakan yang menamakan dirinya Madrasah ishlahiyyah . Gerakan ini digagas oleh seorang tokoh dari Mesir bernama Muhammad Abduh yang dibantu oleh murid setianya dan sekaligus sebagai juru kampanyenya yang paling tangguh bernama Muhammad Rasyid Ridha. Faham bid’ah yang diperjuangkan oleh gerakan ini adalah Mu’tazilah , yang menyatakan bahwa akal pikiran adalah sandaran kebenaran untuk memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits. Bahkan bila keterangan Al-Qur’an dan Al-Hadits itu bertentangan dengan akal, maka menurut Muhammad Abduh ialah: “Pokok Kedua Dari Islam ialah mengedepankan akal dari pada keterangan dhahir dari Syari’ah ketika terjadi kontradiksi.” Demikian Abduh memberikan judul tulisannya, kemudian dia menerangkan prinsip hidupnya dalam memahami agama, sebagai berikut: “Aku dengan segera menerangkan kepadamu satu prinsip yang diikuti dan disepakati oleh segenap Ummat Islam kecuali hanya sekelompok kecil yang tidak perlu dianggap, bahwa bila akal bertentangan dengan keterangan dalil naqli (yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits, pent), maka yang diambil ialah pandangan akal. Adapun dalil naqli yang bertentangan dengan akal itu diperlakukan dengan dua cara; yaitu: Mengakui keshahihan (keakuratan) riwayat dalil naqli itu tetapi diakui pula ketidakmampuan kita untuk memahami maknanya, dan menyerahkan kepada Allah tentang makna sesungguhnya. Cara kedua, mencocokkan makna dalil naqli itu, tetapi tetap terikat dengan qaidah-qaidah bahasa Arab, dengan apa yang dipahami oleh akal.” (lihat Al-Islam wan Nasraniyah , Muhammad Abduh, hal. 56, yang diterbitkan dan diberi catatan kaki dan pengantar oleh Muhammad Rasyid Ridha).
Penerapan pola pikir yang diutarakan oleh Muhammad Abduh seperti ini ternyata menunjukkan kepada kita bahwa yang dimaksud olehnya dengan akal sebagai pokok penilaian terhadap dalil naqli dan pandangan akal yang harus dimenangkan bila dalil naqli bertentangan dengannya ialah logika materialis. Pola pikir yang demikian ini tentu tidak bisa dikatakan sebagai landasan berfikir gerakan ishlah . Karena akibat gerakan yang dilandasi oleh pemahaman demikian ini akan menyeret kaum Muslimin kepada pengingkaran kepada beberapa keyakinan agamanya yang tidak bisa dinalar oleh logika materialis, seperti keyakinan adanya makhluq yang bernama Malaikat dan Jin. Muhammad Abduh dengan logika materialismenya akhirnya mengingkari keberadaan makhluq-makhluq tersebut dengan alasan bahwa apa yang dikatakan makhluq-makhluq tersebut tidak bisa dibuktikan dengan logika materialis (lihat tafsir Al-Manar , Muhammad Rasyid Ridha, jilid hal. ). Yang demikian ini tentu bukan ishlah , tetapi ifsad (pengrusakan).
Muhammad Abduh dengan logika materialismenya juga menggulirkan ide persatuan agama-agama samawi (yaitu Yahudi, Nasrani, dan Islam). Abduh menulis surat kepada Pendeta Ishaq Tailor, seorang tokoh agama Nasrani yang mengkampanyekan persatuan agama-agama samawi tersebut. Dia dalam suratnya itu mengelu-elukan dan menyatakan dukungannya yang penuh kepada ide sang pendeta, sembari menyatakan: “Dan kita melihat bahwa Taurat, Injil dan Al-Qur’an akan menjadi kitab-kitab suci yang yang mencocoki satu dengan yang lainnya, dan akan menjadi lembaran-lembaran yang saling membenarkan satu dengan lainnya, yang semuanya akan dipelajari oleh anak-anak dari kedua agama (Islam dan Nasrani), dan akan dihormati kitab-kitab itu oleh tokoh-tokoh dari kedua agama, sehingga akan sempurnalah cahaya Allah di muka bumi, dan akan menanglah agama-Nya yang benar atas segenap agama-agama yang lainnya.” ( Al-A’mal Al-Kamilah , kumpulan karya-karya tulis Muhammad Abduh, penyunting: Muhammad Ammarah, jilid 2 hal. 356, Darus Syuruq cetakan th. 1414 H / 1993 M).
Pandangan yang demikian tentu tidak bisa sama sekali untuk dikatakan ishlah . Bahkan semestinya, yang demikian ini dinamakan ifsad . Karena Al-Qur’an telah menyatakan pandangan Allah Ta`ala terhadap kesesatan dan kafirnya orang-orang Yahudi dan Nasrani.
1). Terhadap orang-orang Yahudi Allah Ta`ala menyatakan:
“Katakanlah: Apakah kalian mau aku beri kabar dengan hukuman Allah yang paling jelek bagi kalian orang-orang Yahudi, yaitu orang-orang yang dikutuk oleh Allah dan dimurkai atasnya. Dan sebagian orang-orang yang dikutuk itu Allah jadikan monyet-monyet dan babi-babi dan mereka itu dikutuk karena menyembah para setan. Mereka itu adalah sejelek-jelek manusia dan orang-orang yang paling sesat.” ( Al-Maidah : 60).
2). Terhadap orang-orang Nashara Allah Ta`ala menyatakan:
“Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih bin Maryam.” ( Al-Maidah : 17)
3). Terhadap agama Islam Allah menyatakan:
“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian dan Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian dan Aku ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” ( Al-Maidah : 3)
Sedang syarat dari Allah Ta`ala terhadap Yahudi dan Nashara bila ingin bersatu dengan kaum Muslimin adalah mentauhidkan Allah dalam segala bentuk peribadatan dan tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain-Nya. Hal ini dinyatakan oleh Allah Ta`ala dalam firman-Nya sebagai berikut:
“Katakanlah: Wahai Ahlul Kitab (yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani), kemarilah kalian kembali kepada kata yang satu di antara kami dengan kalian. Yaitu kita tidak beribadah kecuali hanya bagi Allah dan kita menyekutukan-Nya dengan yang lain-Nya. Dan tidaklah sebagian kita menjadikan sebagian yang lainnya sebagai sesembahan selain Allah. Maka bila kalian menolak ajakan ini, katakanlah kepada mereka: Sesungguhnya kami adalah orang-orang Muslim yang tunduk kepada Syari’at Allah.” ( Ali Imran: 64)
Menyerukan kesatuan agama-agama samawi dengan tidak membangunnya di atas ketauhidan ibadah bagi Allah adalah berarti merusakkan prinsip utama dan terutama bagi Islam, yaitu prinsip ketauhidan dalam peribadatan. Dan pengrusakan terhadap prinsip ini adalah pengrusakan yang amat mendasar. Maka tidak mungkin yang demikian ini dinamakan ishlah , bahkan mestinya dinamakan ifsad .
UPAYA ISHLAH YANG DILAKUKAN OLEH KAUM MU’MININ
Setelah kita mengerti kedok-kedok ishlah yang ada di kalangan orang-orang munafiqin, maka kita perlu mengerti hakikat ishlah itu sendiri. Dalam keterangan Al-Qur’an dan Al-Hadits, kita dapati beberapa ungkapan sebagai berikut:
1). Ishlah yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul Allah dalam rangka menjalankan misi dakwah mengajak manusia ke jalan Allah Ta`ala dengan agama yang diridhoi olehNya. Hal ini seperti yang diberitakan tentang perjuangan dakwah Nabi Syu’aib `alaihis salam di kalangan kaumnya yaitu penduduk negeri Madyan, dalam Al-Qur’an surat. Hud 88:
“Syu’aib berkata: Wahai kaumku, bagaimana pandanganmu bila aku di atas kebenaran dari Tuhanku dan Dia menganugerahi aku dari sisi-Nya dengan anugerah yang baik. Dan aku tidaklah ingin menyelisihi kalian dalam apa yang kalian telah dilarang darinya. Aku tidak menginginkan dari kalian kecuali ishlah dengan sebesar kemampuanku. Dan tidak ada yang memberi taufiq (bimbingan) bagiku kecuali Allah. Kepada-Nyalah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku bertaubat.” ( Hud : 88)
2). Perintah Allah Ta`ala terhadap kaum Mu’minin untuk mengupayakan ishlah diantara mereka dalam menjalankan ketentuan agama Allah. Hal ini ditegaskan oleh-Nya dalam Al-Qur’an di surat Al-Anfal 1:
“Mereka bertanya kepadamu tentang harta rampasan perang. Katakanlah sesungguhnya harta rampasan perang itu adalah milik Allah dan Rasul-Nya. Maka bertaqwalah kepada Allah dan upayakanlah ishlah di antara kalian dan taatilah Allah dan Rasul-Nya bila kalian memang sebagai orang-orang Mu’min.” ( Al-Anfal : 1)
3). Perintah Allah Ta`ala terhadap kaum Mu’minin untuk mengupayakan ishlah diantara mereka dalam rangka memadamkan pertikaian dan perselisihan yang terjadi diantara sesama kaum Mu’minin. Hal ini ditegaskan oleh-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat 10:
“Hanyalah kaum Mu’minin itu bersaudara di antara mereka. Oleh karena itu upayakanlah ishlah di antara kalian dan bertaqwalah kepada Allah. Semoga dengan taqwa itu kalian akan dirahmati-Nya.” ( Al-Hujurat : 10)
4). Perjuangan ishlah sekelompok kecil dari kaum Mu’minin ketika Islam telah dianggap sebagai agama yang asing oleh ummat manusia umumnya dan Ummat Islam khususnya. Hal ini telah ditegaskan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam sebagai berikut:
“Islam itu mulai didakwahkan dalam keadaan asing dan akan kembali dianggap asing sebagaimana semula. Maka beruntunglah orang-orang yang terasing (karena menjalankan agama dengan benar, pent).” (HR. Muslim dalam Shahih nya, Kitabul Iman bab Bada’al Islamu Ghariban wa Saya’uudu Ghariban , hadits ke 145 / 232, dari Abi Hurairah).
Al-Imam Abu Bakr Muhammad bin Al-Husain Al-Aajurri meriwayatkan dalam kitab beliau Al-Ghuraba’ Minal Mu’minin beberapa sabda Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam yang menjawab pertanyaan tentang siapakah orang-orang terasing yang beruntung itu dan apa perjuangan mereka. Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam ditanya:
“Ditanyakan: Siapakah mereka yang beruntung itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Yaitu orang-orang yang melakukan upaya ishlah ketika keumuman orang dalam kerusakan.” (HR. Al-Ajurri dalam Al-Ghuraba’ minal Mu’minin hal. 23 no. 1 dari Abdullah bin Mas’ud radliyallahu `anhu )
Al-Aajurri juga meriwayatkan pertanyaan kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam dan jawaban beliau sebagai berikut:
“Dan siapakah orang-orang asing yang beruntung itu wahai Rasulullah? Beliau pun menjawab: Ialah orang-orang shalih yang sedikit jumlahnya di tengah-tengah kebanyakan orang yang telah rusak aqidah dan akhlaqnya. Orang yang menentangnya lebih banyak dari pada orang yang menurutinya.” (HR. Al-Ajurri dalam Al-Ghuraba’ minal Mu’minin hal. 28 no. 6 dari Abdullah bin Amru)
5). Perjuangan kelompok kecil dalam melakukan ishlah itu disebutkan dalam beberapa riwayat sebagai berikut ini:
a). Membantah segala bentuk penyimpangan agama Allah yang dilakukan oleh para pencoleng agama:
“Akan mewarisi ilmu ini dari setiap generasi, orang-orang yang terpercaya daripadanya. Mereka itu melakukan upaya membantah segala penafsiran orang-orang bodoh, dan kebohongan orang-orang sesat, serta membantah penyimpangan orang-orang yang melampaui batas.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra jilid 10 halaman 209 dari Ibrahim bin Abdurrahman Al-Adzari).
b). Membangkitkan kembali semangat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah setelah Ummat Islam keumumannya dalam keadaan menjauhi dan atau jahil tentang keduanya:
“Sesungguhnya Allah akan membangkitkan bagi ummat ini setiap seratus tahun, orang yang akan memperbaharui agama mereka.” (HR. At-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Ausath jild 6 halaman 323 – 324, riwayat ke 6527, dari Abi Hurairah radliyallahu `anhu ).
c). Terus-menerus istiqamah dalam melakukan perjuangan menyeru manusia kepada kebenaran dan mencegah manusia dari kemunkaran, walaupun beresiko menghadapi pengucilan dari ummatnya:
“Bahkan kalian terus-menerus menyeru manusia kepada kebenaran dan mencegah manusia dari kemunkaran. Sehingga engkau melihat kekikiran yang keterlaluan, dan hawa nafsu yang dituruti, dunia yang diutamakan, dan setiap orang berbangga dengan pikirannya. Bila terjadi semua itu, maka engkau harus lebih utamakan keselamatan dirimu dan orang-orang khusus bagimu, dan hati-hatilah engkau dari urusan keumuman masyarakat. Karena hidup di tengah-tengah mereka itu adalah hari-hari kesabaran. Orang yang berhasil sabar di kalangan mereka dalam terus menempuh kebenaran, adalah seperti orang yang sedang memegang bara api. Dan orang yang terus beramal (dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah) di tengah masyarakat demikian, adalah seperti orang yang mendapat pahala lima puluh kali lipat dari amalan kalian (yakni para Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa sallam ).” (HR. Abu Dawud dalam Sunan nya hadits ke 4341, dan Tirmidzi dalam Sunan nya hadits ke 3058, dari Abu Tsa’labah Al-Khusyani).
Demikianlah perjuangan ishlah yang dilakukan oleh kelompok kecil yang terus-menerus melakukan upaya ishlah di tengah masyarakatnya yang rusak pemahaman dan pengamalan agamanya. Ishlah yang dilakukan kelompok ini tentu adalah makna ishlah yang sesungguhnya. Semangat ishlah yang dilakukan kelompok kecil ini dengan mengacu kepada semangat mengikhlaskan amalannya hanya untuk Allah semata, jauh dari syirik dan semangat ittiba’ (yakni mengikuti tuntunan As-Sunnah) semata, jauh dari bid’ah. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menerangkan dalam kitabnya yang berjudul I’lamul Muwaqqiin `an Rabbil Aalamin jilid 1 hal 109 – 110 sebagai berikut:
“Maka ishlah yang diperbolehkan dilakukan di antara kaum Muslimin adalah ishlah yang bersandarkan kepada keridlaan Allah dan keridlaan kedua pihak yang bertikai. Maka yang demikian itu adalah ishlah yang paling adil dan paling benar. Yaitu ishlah yang bersandar kepada ilmu (yakni ilmu Al-Qur’an dan Al-Hadits) dan juga bersandarkan kepada keadilan. Sehingga orang yang melakukan upaya ishlah itu haruslah dalam keadaan sebagai orang yang berilmu dengan situasi dan kondisi dimana terjadi padanya pertikaian itu, dan juga haruslah orang yang berilmu tentang apa yang diwajibkan oleh agama, serta bertujuan untuk menegakkan keadilan. Maka orang yang melakukan ishlah dengan cara demikian ini lebih mulia dari derajatnya orang yang melakukan puasa dan shalat, sebagaimana hal ini telah diberitakan oleh Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam dalam sabdanya sebagai berikut (yang artinya): “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang lebih utama dari derajatnya orang yang suka berpuasa dan orang yang menunaikan shalat?” Para Shahabat menjawab: “Bahkan kami menginginkannya wahai Rasulullah.” Maka beliau pun bersabda: “Ialah orang yang melakukan upaya ishlah di antara dua pihak yang bertikai. Karena kerusakan hubungan antara dua pihak yang bertikai itu adalah penggundul. Ketahuilah, sesungguhnya aku tidaklah menyatakan penggundulan rambut. Akan tetapi penggundulan agama.” (Lihat I`lamul Muwaqqiin jilid 1 hal. 110). Demikian Ibnu Qayyim menerangkan.
PENUTUP
Tipu daya terus berlangsung terhadap Ummat Islam dengan model penipuan beraneka wajah. Tentu yang ditampilkan oleh para penipu itu adalah wajah-wajah simpatik bagi keumuman orang. Dan wajah simpatik yang paling diminati oleh kebanyakan orang ialah seruan-seruan dan penampilan-penampilan untuk persatuan ummat dan ishlah di kalangan Ummat Islam. Berbagai kejahatan dibungkus rapih dengan seruan-seruan dan penampilan-penampilan simpatik tersebut dalam rangka melancarkan berbagai makar jahat terhadap Ummat Islam. Tetapi Allah Ta`ala selalu membongkar segala makar jahat tersebut di hadapan Ummat Islam, cepat atau lambat. Allah Ta`ala akan menghinakan dan merendahkan orang-orang yang melancarkan makar jahat terhadap Dakwah Salafiyah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, cepat atau lambat. Karena Dakwah ini adalah nasib masa depan Ummat ini di dunia dan akherat. Maka dari itu, hati-hatilah kita dari tipu daya yang berpenampilan demikian. Jangan tersamar oleh semangat persatuan dan ishlah yang sebenarnya sebagaimana yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kita harus mempunyai kemampuan furqan . Yaitu kemampuan membedakan mana yang asli dengan mana yang palsu. Sebab sekarang ini banyak barang palsu yang ditawarkan kepada kita.
Disalin dari: http://alghuroba.org/para.php


Oktober 3, 2008 pukul 12:17 pm
Sesungguhnya kafirlah mereka yang beragama islam, wahyu setan dari padang pasir bersama nabi terakhir Muhammad adalah anteknya setan.
Dan Al Quran adalah wahyu setan yang diturunkan dari Goa Hira kepada nabi Muhammad yang disebut nabi setan.
Inilah Al Quran hasil budaya padang pasir bangsa Arab….
yang diwajibkan bagi pengikut muslim yang berwajah setan 5x sehari mukah mereka harus menyembah ke Mekkah disanalah Allah Al-Taala bulan sabit yang mempunyai tiga anak perempuan yang sedang bernaung dalam Ka’abah di Mekkah.
Kepuyaan Allah-lah timur dan barat, kemanapun wajahmu memandang, disanalah wajah Allah berada.
Tetapi didalam ajaran padang pasir wajah-wajah muslim harus membongkok 5x sehari wajahnya ke Mekkah, ini wajib karena inilah Allah-nya islam berada di Mekkah.
Mari kita berpikir cerdas tentang budaya padang pasir politik Arab yang dibungkus oleh agama islam ciptaan mereka.
Tunjukan kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang Engkau Anugerahkan nikmatnya kepada Isa Almasih.
Bukan jalan Muhammad yang dimurkahi oleh Muhammad dan pengikutnya adalah jalan yang sesat.
Al-Quran adalah buku Iblis yang menuju kepada kebinasaan
Ya Allah ampunilah mereka karena Muhammad dan pengikutnya sudah terjerumus kedalam jurang yang dalam kkarena hati dan pikirannya sudah dikuasai oleh raja gegelapan yaitu Iblis.
Oktober 7, 2008 pukul 9:27 am
Subhanallah `An maa yashifuun, shadaqa Rasuuluhul kariim.
tidak ada yang lebih pantas bagi orang-orang yang mengucapakan perkataan penghinaan terhadap islam (Allah,Nabi Muhammad Shalallahu `alayhi wasallam,Al qur`an) kecuali kebinasaan total dunia akhirat baginya. semoga Allah menyegerakannya…Amiin.
KEPADA MR NUNUSAKU:
1. Anda harus belajar definisi kafir menurut islam bila anda berbicara tentang kafir dalam istilah Islam. sebab ISlam Agama yang jelas dan mempunya penjelasan yang kokoh. orang kafir menurut Islam Adalah orang yang ingkar kerada Allah (Al Qur`an) dan Nabi Muhammad Shalallahu `alayhi wasallam (Assunnah/Al Hadits). Dan kafir itu bertentangan secara frontal dengan Islam, tidak mungkin disatukan setitikpun. Maka sangatlah lucu kalau anda mengatakan ” telah kafirlah mereka yang beragama Islam”. Dan keingkaran orang kafir thd Islam itu bisa dalam bentuk menolak ajaran Islam atau menghina/melecehkan Allah dan Nabi Muhammad Shalallahu `alayhi wasallam dsb.
2. Al Qur`an adalah Kalamullah (perkataan Allah) dan bukan produk budaya bangsa arab atau budaya bangsa manapun bahkan bukan buah pikir/budaya dari Nabi Muhammad Shalallahu `alayhi wasallam sedikitpun walaupun satu huruf. Orang Islam meyakini hal ini tanpa ragu sedikitpun, karena bukti dan dalilnya sangat banyak baik didalam Alqur`an dan assunnah sendiri maupun di alam nyata. jadi omongan anda bahwa Al qur`an adalah hasil budaya bangsa Arab adalah omongan orang yang mengigau (mimpi) di siang bolong.
3. Lebih ngigau lagi ketika anda mengatakan Allah itu bulan sabit yang punya tiga anak perempuan, sy tidak tau dari tong sampah mana anda pungut ucapan najis tsb. Allah memperkenalkan dirinya dalm Al Qur`an bhw Ia itu Ahad (tunggal / tidak berbilang), tidak beranak dan tidak pula diperanakkan (dilahirkan sbg anak). Dan ALlah tidaklah bernaung di Ka`bah, akan tetapi Allah itu diatas langit sana. dan orang Islam tidak pernah meyakini bhw Allah itu berada di dalam ka`bah, bahkan dedengkot kafir Quraisy sejenis Abu Jahl,Abu Lahab dsb itupun tidak pernah meyakini Allah itu didalam Ka`bah. Maka keyakinan spt ini lebih parah dan rusak daripada keyakinan Abu Jahl Cs tsb. Adapun orang Islam Shalat menghadap ka`bah itu karena perintah dari Allah Ta`aala memang demikian, bukan karena lokasi Allah itu di Ka`bah. krn ALlah itu di langit bukan di ka`bah.
4. Maka anda jangan merasa “sok berfikiran cerdas” karena apa yang anda ungkapkan tentang Islam tadi hanya pantas diucapkan oleh orang yang hilang akal saja. Kalau anda memang intelek (cerdas) maka pelajari Islam dengan ilmiyyah (akurasi data yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan) dan adil (lepas dari like or dislike thd Islam). baru setelah itu anda boleh bicara tentang Islam dan omongan andapun akan berbobot. dan andapun akan sadar betapa rendahnya omongan yang barusan anda tuliskan terebut tentang Islam.
5. hati-hati dengan ucapan anda:”Muhammad dan pengikutnya sudah terjerumus kedalam jurang…..” karena orang-orang yang bernada menghina/melecehkan Nabi Muhammad Shalallahu `alayhi wasallam cepat atau lambat akan berakhir dengan kebinasaan total dan contoh kasusnya sudah banyak.
Islam dalah cahaya. Dan cahayanya tidak akan padam sedikitpun walaupun seluruh jin dan manusia berusaha memadamkannya. justru yang padam adalah orang-orang yang memusuhi Islam. Dan terus terang saya merasa kasihan kepada anda karena anda terlalu berani berbicara tentang apa yang anda sedikitpun tidak punya ilmu tentangnya yang akhirnya justru membahayakan masa depan anda. Semoga anda bisa lebih cerdas dalam berfikir. Wallahu A`lam
Desember 6, 2008 pukul 7:18 am
Mangkin berani kita membuka topeng islam agama ciptaan padang pasir, mangkin banyak kerusakan islam dimana-mana. Islam seperti bangunan rumah diatas pasir, mangkin kita dengan berani membuka topeng islam, banyak yang akan menilai keburukan agama ciptaan nabi palsu Muhammad. Karena selama ini kebusukan Muhammad tersimpan mati, begitu terbongkar manusia kriminal Muhammad banyak yang akan murtad…tinggalkan agama setan dengan segala tipu dayanya untuk menabur kebencian dan pembunuhan, dimana ada islam disitu adalah kebencian karena Quran yang menganjurkan utk saling membunuh inilah ajaran iblis dari padang pasir yang disebut agama setan bersumber dari Goa Hira,
Desember 8, 2008 pukul 6:51 am
saya peringatkan kamu wahai nunusaku…!!! semoga Allah MELA`NAT kamu, hati-hati kamu dengan omongan kelas comberan seperti ini. kamu itu buta atau memang hatimu busuk? seorang muslim tidak akan menghina tuhanmu secara terang2an sepeti ini, tapi kalau kamu berani menghina Allah dan RasulNya secara terang2an spt ini, maka demi Allah kamu benar-benar akan membuktikan betapa tragisnya nasib orang2 yang sejenis kamu ini. Demi Allah, kebodohanmu telah menyeretkamu kepada kegelapn didunia, dan tinggal menanti siksa di akhirat jika kamu tidak mau menyesali perbuatanmu ini. Demi Allah jika kamu masih terus dalam keadaan seperti ini, maka ALlah akan menyegerakan adzab bagimu d dunia dan akhirat sebagaimana yang telah menimpa orang2 sejenis kamu yg telah mendahului kamu dalam mempermainkan kehormatan Allah dan Nabi Muhamad Shalallahu `alayhi Waasllam yang mulia. selamat menanti hari2 kebinasaanmu.
Desember 8, 2008 pukul 7:06 am
Islam memang mengajarkan membunuh, tapi sasarannya adalah orang2 kafir yang terang-terangan memerangi islam (Kafir harbi). silahkan kalau kamu mau masuk kedalam barisan kafir harbi tersebut, saya siap menjadi eksekutornya. Tapi ingat Islam adalah agaa yang penu dengan kasih sayang, bahkan orang2 kafir dimni (yg mau hidup berdampingan damai dg kaum muslimin), dan kafir mu`ahhad ( yg terlibat perjanjian dg muslimin) mereka dijaga darah, harta dan kehormatannya oleh Islam sebagaimana Islam menjaga darah dan kehormatan kaum muslimin.
Maka, kalau kau sekarang sedang mabuk, maka sadarlah. tapi jika kau sekarang sedang sadar, maka berfikir cerdaslah sedikit. jd oran gitu jangan jumud. isi otakmu itu dengan informasi2 yang akurat ttg islam, baru kamu bicara tntang Islam. jangan isi otakmu dengan sampah2 informasi dari luar Islam untuk menghukumi islam. kalau kamu mau mengetahui tentang Islam, saya bisa melayani kamu, membantu kamu mendapatkan informasi yang benar ttg Islam, namun kalau kamu mau memerangi Islam saya juga dengan senang hati akan “melayani” kamu.
Sedikitpun islam tidak akan rugi dengan kehadiran orang2 sejenismu. justru cahaya Islam akan semakin bersinar dan itu adalah janji Allah di dalam Al qur`an.
Desember 8, 2008 pukul 7:08 am
Islam memang mengajarkan membunuh, tapi sasarannya adalah orang2 kafir yang terang-terangan memerangi islam (Kafir harbi). silahkan kalau kamu mau masuk kedalam barisan kafir harbi tersebut, saya siap menjadi eksekutornya. Tapi ingat Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang, bahkan orang2 kafir dimni (yg mau hidup berdampingan damai dg kaum muslimin), dan kafir mu`ahhad ( yg terlibat perjanjian dg muslimin) mereka dijaga darah, harta dan kehormatannya oleh Islam sebagaimana Islam menjaga darah dan kehormatan kaum muslimin.
Maka, kalau kau sekarang sedang mabuk, maka sadarlah. tapi jika kau sekarang sedang sadar, maka berfikir cerdaslah sedikit. jd orang itu jangan jumud. isi otakmu itu dengan informasi2 yang akurat ttg islam, baru kamu bicara tentang Islam. jangan isi otakmu dengan sampah2 informasi dari luar Islam untuk menghukumi islam. kalau kamu mau mengetahui tentang Islam, saya bisa melayani kamu, membantu kamu mendapatkan informasi yang benar ttg Islam, namun kalau kamu mau memerangi Islam saya juga dengan senang hati akan “melayani” kamu.
Sedikitpun islam tidak akan rugi dengan kehadiran orang2 sejenismu. justru cahaya Islam akan semakin bersinar dan itu adalah janji Allah di dalam Al qur`an.
Desember 26, 2008 pukul 2:27 pm
Islam adalah manusia kafir yang berwajah setan dan Quran adalah ciptaan setan untuk saling membunuh sesama manusia didalam ajaran islam ciptaan Muhammad yang bersumber dari bapaknya setan Goa Hira telah menciptaan Quran bagi Muhammad sebagai rasulullah setan untuk menabur kebencian karena dalam Al Quran manusia digiring untuk melakukan anarkis dan pembunuhan untuk membelah agamanya setan melalui islam.
Kebohongan tidak dapat hidup terus menerus didalam islam
dan kebenaran tetap akan muncul untuk membukah topeng-topeng munafik islam melalui agama ciptaan padang pasir. Musuh islam adalah Al Quran ciptaan nabi palsu Muhammad, dimana ada islam disitu ada kebencian dan kebencian itu perlu kita perangi.
Situs Ali sinah telah ditutup karena telah meresahkan umat islam….dan mereka takut kebohongan islam akan terbongkar dan memang kenyataannya islam hidup beriman dalam kebohongan beriman tanpa rasa takut karena ajaran kebohongan dari Muhammad tetap dipertahankan melalui pembunuhan sekalipun tetap dipertahan karena ini memang kehendak setan dalam agama ciptaan setan melalui ayat-ayat setan yang berada dalam Al Quran.
Banyak sekali mereka yang telah murtad dari islam sekarang berani membukah topeng-topeng kemunafikan dan kebohongan agama ciptaan padang pasir Arab.
Kebenaran itu tetap muncul dimana-mana karena manusia tidak bisa terus menerus hidup dalam kebohongan.
Desember 31, 2008 pukul 9:22 am
Beruntunglah kamu wahai binatang ternak, Allah masih memberi kamu sisa waktu saat ini untuk melihat dunia. Demi Allah yang telah menurunkan Al Qur`an kepada manusia termulya Rasulullah Muhammad Shalallhu `Alayhi Wasallam, jika kamu masih di dalam keadaan seperti ini maka kamu pasti…pasti…pasti akan menemui kehancuran dan kebinasaan total di dunia dan akhirat. Omonganmu tidaklah lebih berharga daripada comberan atau yg sejenisnya. Kalau mau komentar yg berbobot sedikit, jangan seperti orang GILA yg sama sekali kosong dari argumen, hanya ocehan dan omelan yang tidak ada artinya.
Al Qur`an adalah wahyu dari Allah dan Muhammad Shalallahu `Alalyhi Wasallam adalah rasulullah yang mulya, dan Nabi `Isa `Alayhissalaam saat ini sedang diangkat ke langit oleh Allah dan hidup disana untuk kemudian Allah turunkan kembali ke bumi pada akhir zaman nanti sebagai hakim yg adil,menghancurkan salib, dan membunuh babi dan menghancurkan semua agama kecuali Islam. Semoga Allah merahamti kaum muslimin dan membinasakan musuh2 Islam.
Juni 25, 2009 pukul 8:17 am
Ketahui sesungguhnya kebenaran itu adalah ISLAM
Anda tahu Bibel kitab nya orang kristen zaman sekarang itu adalah kitab yang palsu!
Kitab yang aslinya adalah Injil, Kitabnya sendiri tak mampu dia pelihara kemudian dimencaci kitab orang lain karena kedengkiannya dan rasa iri nya dengan Alqur’an karna dia tak memiliki yang seperti itu, adakah orang ingin dengan barang yang jelek jawabnya tidak, adakah orang iri dengan barang yang buruk jawabnya juga tidak, adakah orang Islam suka Dengan Bibel yang merupakan barang imitasi jawabnya juga tidak.
Tapi Alqur’an adalah yang penuh hikmah penuh barokah penuh dengan sumber Ilmu penuh mu’jizat dan terpelihara hingga Hari Akhir/ kiamat. Makanya ia orang orang diluar Islam ingin ia melenyapkan Al qur’an Namun ALLAH tetap menjaga dan memeliharanya.