2 Konsep Peningkatan Kemakmuran Masyarakat Menurut Islam

Kehidupan yang makmur adalah idaman setiap insan. oleh sebab itu setiap orang akan selalu berusaha untuk dapat menjalani hidup dalam keadaan makmur. Dari sekian banyak konsep peningkatan kemakmuran yang ditawarkan kepada masyarakat oleh berbagai kalangan, ternyata tidak ada yang bisa menjamin 100% kalau konsep-konsep tersebut bisa berhasil, kecuali hanya beberapa konsep yang bisa dijamin secara mutlak akan berhasil meningkatkan kemakmuran masyarakat suatu negeri. Konsep yang dimaksud ialah konsep peningkatan kemakmuran yang ditawarkan langsung oleh Allah Sang pemberi Kemakmuran tersebut melalui Al Qur`an dan Assunnah. Dikatakan konsep-konsep tersebut bisa dijamin kepastiannya, karena memang ketika Allah telah menjanjikan Sesuatu perkara maka mustahil Allah mengingkarinya. Allah Ta`ala berfirman dalam Surat Ali Imraan [3]:9 dalam rangka memperkenalkan diriNya: “…. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.”

Dalam hal ini Allah Ta`ala telah menjanjikan 2 konsep jitu peningkatan kemakmuran masyarakat yang ditawarkan kepada kita dan kita diwajibkan untuk memilih salah satunya.

1. Meningkatkan kemakmuran dengan maksiat dan durhaka kepada Allah

Didalam konsep yang pertama ini Allah memberitakan kepada kita bahwa bila penduduk suatu negeri ingin mencapai kemakmuran dalam hidupnya, maka hendaklah ia bermaksiat dan durhaka kepada Allah, maka Allah akan bukakan pintu-pintu kesenangan dan kemakmuran padanya, sebagaimana firman Allah Ta`ala dalam surat Al An`am (42-45):

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Pada ayat diatas, Allah Ta`ala memberitakan bahwa dahulu kala terdapat ummat-ummat yang mereka itu durhaka kepada Allah, kemudian disebabkan oleh kedurhakaan mereka itu Allah pun menimpakan adzab dalam bentuk cobaan kepada mereka berupa kesengsaraan dan kemelaratan dengan harapan mereka sadar akan kekuasaan Allah dan mau tunduk dan kembali (bertaubat) kepada Allah Ta`ala. Namun ternyata, bukannya bertaubat kembali kepada Allah atas dosa-dosa maksiat yang telah mereka lakukan, malah semakin keras hati mereka dan tidak mau mengambil pelajaran ataupun mengintrospeksi diri dari musibah yang Allah timpakan tersebut. Dan keadaanpun semakin diperparah lagi ketika syaithan ikut andil dengan membisikkan racunnya ke dada-dada mereka, sehingga perbuatan durhaka dan maksiat yang mereka lakukan itu seolah-olah merupakan perbuatan yang baik dan indah. Terus menerus mereka dalam keadaan demikian, sampai akhirnya mereka terlena dan larut serta merasa aman tentram dalam lautan kedurhakaan dan kemaksiatan itu, kemudian tiba-tiba setelah itu Allah menurunkan kepada mereka adzab tahap kedua, setelah adzab tahap pertama yang dalam bentuk kesengsaraan dan kemelaratan tadi ternyata tidak berhasil membikin mereka jera dan kembali kepada Allah Ta`ala. Hanya saja adzab Allah dalam tahap kedua ini bentuknya berbeda dari yang pertama. Kalau pada adzab tahap pertama tadi langsung diawali dengan ditimpakan berbagai musibah dan kesengsaraan kepada mereka, namun pada adzab tahap kedua ini justru diawali dengan dibukakannya pintu-pintu kesenangan bagi mereka, sehingga kehidupan mereka berubah menjadi makmur, perekonomian mereka terus meningkat dan segala macam kemewahan serta kesenangan-kesenangan lainnya yang memang sengaja Allah siapkan untuk mengantarkan mereka kepada sebuah petaka yang akan membinasakan mereka. Akibatnya, semakin besarlah kesombongan mereka dengan kedurhakaan yang mereka lakukan itu serta semakin besar pula penolakan mereka terhadap agama Allah karena merasa dengan kedurhakaan dan kemaksiatan itu ternyata mereka bisa hidup dengan makmur. Maka pada saat mereka sedang terlena itulah Allah sambar mereka dengan siksaan secara tiba-tiba, hingga akhirnya mereka terdiam putus asa karena tidak punya kesempatan lagi untuk bertaubat dan memperbaiki amal mereka tersebut, berhubung mereka telah mati meninggalkan dunia. Maka pintu-pintu kemakmuran dan kesenangan itu justru akan dibuka ketika penduduk suatu negeri itu terus menerus bermaksiat dan durhaka kepada Allah tanpa memperdulikan peringatan-peringatan Allah Ta`ala.

2. Meningkatkan kemakmuran dengan Iman dan Taqwa kepada Allah Ta`ala

Didalam konsep yang kedua ini, Allah memberitakan kepada kita, bahwa bila penduduk suatu negeri ingin mencapai kemakmuran dalam hidupnya, maka hendaknya ia ta`at kepada Allah Ta`ala, maka Allah akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Dalam hal ini Allah Ta`ala berfirman dalam surat Al A`raaf (96) : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Dalam ayat yang mulia ini Allah menjelaskan, seandainya penduduk suatu negeri itu beriman dan bertaqwa kepada Allah, maka niscaya Allah akan melimpahkan berkah-berkah untuk mereka dan memudahkan mereka mendapatkannya dari segala arah. Terdapat beberapa penafsiran ulama` terhadap firman Allah yang artinya: “ Pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”. Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma mengatakan : “Niscaya Kami lapangkan kebaikan (kekayaan) untuk mereka dan Kami mudahkan bagi mereka untuk mendapatkannya dari segala arah” [Tafsir Abi As-Su’ud, 3/253]. Menurut Imam Ar-Razi, maksudnya adalah keberkahan langit dengan turunnya hujan, keberkahan bumi dengan tumbuhnya berbagai tanaman dan buah-buahan, banyaknya hewan ternak dan gembalaan serta diperolehnya keamanan dan keselamatan. Hal ini karena langit adalah laksana ayah, dan bumi laksana ibu. Dari keduanya diperoleh semua bentuk manfaat dan kebaikan berdasarkan penciptaan dan pengurusan Allah. [At-Tafsirul Kabir, 12/185. Lihat pula, Tafsirul Khazin 2/266 dan Tafsir At-Tahrir wa Tanwir, 9/22]

Demikianlah ketika penduduk suatu negeri itu beriman dan bertaqwa, maka Allah akan lapangkan kekayaan dan kemakmuran padanya, langit dan buminya diberkahi oleh Allah, sehingga hujan yang turun dari langit yang diberkahi, ketika membasahi bumi yang juga diberkahi, akan menumbuhkan berbagai tanaman dan buah-buahan yang subur dan segar, serta terpeliharanya hewan ternak dan gembalaan disana. Sehingga keadaan yang demikian itu mendatangkan kemakmuran yang luar biasa bagi penduduk negeri itu dengan sebab beriman dan bertaqwanya mereka.

Silahkan Memilih !

Setelah kita memahami 2 (dua) konsep peningkatan kemakmuran yang diberitakan Allah Ta`ala didalam Al Qur`an. Tentunya kita sebagai mukmin yang berakal akan memilih konsep yang diridhai oleh Allah Ta`ala yakni mencapai kemakmuran dengan melaksanakan keta`atan kepada Allah, bukan dengan kemaksiatan dan kedurhakaan kepadaNya. Sebab memang benar, kemakmuran itu akan bisa tercapai dengan kemaksiatan dan kedurhakaan kepada Allah, berhubung hal tersebut diberitakan langsung oleh Allah Ta`ala didalam Al Qur`an tentang hal tersebut, namun akibat akhir dari perbuatan itu adalah kebinasaan. Bila tidak kita yang merasakan, maka pasti anak cucu kita nanti akan yang akan merasakan warisan dari perbuatan durhaka yang dilakukan bapak moyangnya tadi, sehingga pada akhirnya anak cucu kita akan mengutuk dan melaknati bapak moyangnya tadi yang saat itu sudah berada di alam kubur, na`udzubillah min dzaalik.

Maka silahkan piilih, jalan mana yang akan kita tempuh untuk mencapai kemakmuran hidup ini. Kalaupun ada orang yang bergelimang dengan maksiat namun hidupnya makmur, bahkan semakin ia bermaksiat dan durhaka kepada Allah malah semakin makmur, maka berhati-hatilah, jangan-jangan itu adalah makar (tipu daya) Allah agar orang itu terus lalai dan lalai dari peringatan Allah hingga akhirnya datang kepadanya azdab yang membinasakan. Karena memang konsep peningkatan kemakmuran model pertama itu sifatnya melalaikan dan membikin orang tambah sombong dengan kedurhakaannya itu hingga akhirnya binasa tanpa sempat memperbaiki amalannya. Sementara kemakmuran yang hakiki dan diridhoi oleh Allah Ta`ala adalah yang dicapai dengan cara beriman dan bertaqwa kepada Allah. Sehingga langit, bumi dan seisi alam ini akan menjadi shahabat baginya, yang akan melimpahkan berkah-berkah dari Allah ta`ala dan mencurahkan kemakmuran dari segala arah bagi penduduk negeri itu. Sebuah kemakmuran yang hakiki, kemakmuran yang akan semakin mendekatkan ia kepada Allah Ta`ala. Wallahu A`lamu Bish Shawaab

Yaser Ibrahim

About these ads

7 Tanggapan to “2 Konsep Peningkatan Kemakmuran Masyarakat Menurut Islam”

  1. aboezaid Says:

    assalaamu’alaikum
    salam knal

    bisa maen ke blog ana

    http://salafiyunpad.wordpress.com

  2. denim Says:

    Assalaamu’alaikum.

    Ijin copy artikelnya..

  3. sirbram Says:

    Silahkan. Semoga bermanfaat

  4. sunflo Says:

    thanks for sharing, aq mencari artikel ini…

  5. IYEP SAEPUDIN Says:

    semoga para pemimpin negeri ini segera memperbaiki kekeliruannya selama ini ,dan yakin hanya Allahlah yang menggenggam segala urusan.Amiin.
    semoga tambah lus aja ilmu nya,subhanallah lam kenal ustad

  6. dedi Says:

    kesimpulannya bahwa kita harus meninggalkan larangan Allah dan menjalankan perntah perintahNya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: