Koleksi kajian Para Ustadz Ahlussunnah di Indonesia:
Antum bisa memesan Kajian-kajian berikut ini melalui HP: 081328589414 Gratis (hanya mengganti biaya cd dan kirim)
1. Al Ustadz Ja`far Umar Thalib
Dialog dan Bedah Buku (Audio):
- Bedah Buku “Aku Melawan Terorris” (UII)
- BBM Naik Lagi (UIN Sunan Kalijaga)
- Bedah Buku “Aku Memilih Monogami” (UII)
- Diskusi Pekan Budaya (UIN Sunan Kalijaga)
- Jenderal umat ini adalah para da`i
- Hikmah Dibalik Mushibah (Kampus ISI Yogyakarta)
- Membantah JIL
- Mendamaikan Agama dan filsafat
- Talkshow Dari Teologi Pembebasan Menuju Peradaban (UGM)
- Perang Abadi (UMY)
Video:
- Pemikiran & Peradaban Islam (UGM)
Tabligh Akbar:
- Tabligh Akbar Membangkitkan Semangat MenuntutIlmu (solo)
- Hizbullah Vs Hizbusy Syaithan (POLDA DIY)
- Mengapa_Kami_Bubarkan_FKAWJ_-_1A
- Mengapa_Kami_Bubarkan_FKAWJ_-_1B
Tematik:
- Oleh-oleh dari Pulau Nias (Pasca Gempa Nias)
- Sebab-Sebab Perpecahan (Masjid Ulil Albab UII)
- Pentingnya Ilmu Syar’i (UII 24-03-07)
- Silaturahim Lebaran 1427 H “Kisah-Kisah Perjuangan Laskar Jihad” (Ponpes Ihya` Assunnah Degolan)
- Budayakan Sabar dan Syukur (Khuthbah `Ied 2005-11-03)
- Peringatan Nabi dari Bahaya 3 Golongan dalam Islam (UII)
- Lailatul Qadar
Bantahan-Bantahan:
- Bantahan terhadap Harakiyyiin
- Bantahan terhadap Luqman Ba`abduh
- Klarifikasi Thd dialog dg Abu Bakar Ba`syir
- Kontroversi Majlis Dzikir
- Menepis Syubuhaat seputar Jihad
- Ta`addud az zaujaat (Poligami)
- Tabayyun Seputar Kontroversi Hukum Musik


Mei 5, 2008 pada 5:29 pm
Assalamu’alaikum,
gimana caranya ana mendapatkan cd atau dvd ini, berapa ingkosnya. nO, Hp : 085651148563
Jazakaullah
Agustus 17, 2008 pada 1:00 am
Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh
gimana caranya ana mendapatkan cd atau dvd ini, berapa ongkosnya.
No. Flexi. 0341-5461233
HP. 08158228051
Barokallohufiikum
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
September 25, 2008 pada 6:52 am
ana mau dong akh, caranya gimana? balas ke email ana yaa
November 24, 2008 pada 1:49 am
Kata Syaikh Robi’ Ja’far Umar Tholib bukan lagi seorang salafy, karena dia telah bermain-main dengan thobat. Bagi yang merasa ahlus sunnah, maka hendaklah JAUHI DIA. APALAGI BERMAJLIS DENGANNYA, KECUALI DALAM RANGKA UNTUK MENASEHATINYA
November 24, 2008 pada 5:16 am
Silahkan berikan data2 bukti beliau bermain2 dengan taubat. karena ana thalibul `ilm, bukan muqallid. jadi sebelum ana menolak dan menerima suatu pendapat, ana butuh keterangan2 yang sharih dan shahih dari dalil. jazakallah khair
Desember 20, 2008 pada 1:35 am
makasih yah aku udah ngedownload banyak, jazakallaahu khoer
Januari 9, 2009 pada 10:57 am
assalamualaikum
gmn kabarnya mas bram?
artikelnya bagus2…nanti download
aad aku jg ya di annajiah.wordpress.com
Februari 4, 2009 pada 10:05 am
kalo bener ja’far umar bertaubat maka:
1. Ia harus menjelaskan kesalahan-kesalahannya yang lalu ketika ia keluar dari salafy (tentunya dengan menulis kitab tentang ruju’nya dan menjelaskan kenapa ia ruju’) kemudian mengadakan perbaikan terhadap orang yang ia sesatkan.
Allah berfirman: “Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku terima taubat mereka dan Akulah Yang Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 160).
2. Ia harus mau menghadiri majelis2 salafiyyin bukan sebagai ustadz tetapi untuk ikut mendengar peringatan2 dari Al-Kitab dan As-Sunnah seperti majelis Al-Ustadz Dzulqarnain Makasar yang telah mendapat rekomendasi dari Syaikh Rabi, Ustadz Luqman Baabduh. Kalo Ja’far adalah salafi sejati maka ia akan mendapat manfaat dari majelis tersebut tetapi kalo ia salafi gadungan maka ia akan lari dari majelis tersebut (krn Ust Dzulqarnain adalah mantan muridnya di Degolan dulu yang sekarang ilmunya jauh di atas Ja’far Umar).
Allah berfirman: “Oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut kepada Allah akan mendapat pelajaran. Dan orang-orang yang celaka akan menjauhi peringatan itu.” (QS. Al-A’la: 9-11)
Februari 6, 2009 pada 9:47 am
utk saudara Faiq Hadaanallahu waiyyaaka..
1. Alhamdulillah beliau sudah menuliskan dengan tegas penyataan rujuknya di majalah salafy edisi terbaru lengkap dengan penyebab serta kesalahan2 yg beliau taubat daripadanya. silahkan anda tabayyun kesana (bila anda berminat). Semoga dg itu anda bisa memahami betapa perubahan pada diri seorang muslim itu perlu asalkan perubahan itu menuju kebaikan, sebagaimana hal itu juga terjadi pada para ulama salaf seperti Al Imaam Asy Syafi`i dg qoul qadim dan qoul jadiidnya dan para ulama` yg lainnya.
2. Alhamdulillah beliau juga sangat bersemangat utk menghadiri majeliis salafiyyin dan itu bukan sekedar semangat, akan teapi sudah beliau laksanakan antara lain dengan mendatangi Asy Syaikh Rabi` bin haadi beberpa bulan yg lalu dan majlis2 salafiyyin yg lainnya di saudi. Bahkan beliau telah dua kali mendatangi syaikh rabi` dlm beberapa bulan terakhir ini. itu mungkin belum anda ketahui. Adapun pernyataan anda menyatakan “HARUS mau menghadiri majelis2 salafiyyin …..seperti majelis Al-Ustadz Dzulqarnain Makasar yang telah mendapat rekomendasi dari Syaikh Rabi, Ustadz Luqman Baabduh…” maka keharusan yg demikian ini membutuhkan dalil, sebab harus dalam istilah bahasa arab yakni wajib artinya bila tidak dilaksanakan berdosa. maka pertanyaannya apakah ada dalil yg mengatakan bahwa “barangsiapa yg tidak mendatangi majlisnya Ust.Dzul Qarnain dan Ust Luqman Ba`abduh, maka ia bukan salaf atau keluar dari salaf” apakah ada dalil yg menyebutkan spt itu..? Subhanallah i`diluu yaa akhi, hati2lah dalam menilai sesorang. Penilaian itu harus dengan dalil bukan dengan semata2 fatwa fulan wa fulan dantanpa melihat dan menimbang dalil2 yg dibawakan. Antum sbg thalibul `ilmi mestinya lebih mengerti tg hal tsb
Maret 2, 2009 pada 8:38 am
ana sependpat dengan antum akh
Maret 18, 2009 pada 6:28 am
opo sih.. iki
sopo jakfar umar??
Oktober 5, 2009 pada 9:49 am
embuh.. sopo
Desember 29, 2009 pada 11:40 am
assalamu’alaikum
akh gmn kabarnya?
akh afwan antum punya video ustad jafar lagi tidak?tolong dong kalau ada ana mnt + ksh tau ana ongkos kirimnya.
dan ana mnta file2 ceramah bliau yg lain dong, spt tanya jawab demokrasi dll yang baru atau diskusi2
jazakallah
Desember 30, 2009 pada 9:55 am
Wa`alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Alhamdulillah kher akhi, Insyaallah ana data dulu yang terbaru dan ana informasikan ke antum.
April 12, 2010 pada 3:29 am
Assalamu alaikum, akhi…
sy mo pesen donk cd video2 nya. n total ongkosnya brp?soalx sy nyari2 di guroba dah gak bs di download. syukron
April 12, 2010 pada 3:32 am
Pemikiran & Peradaban Islam (UGM)
Tabligh Akbar:
- Tabligh Akbar Membangkitkan Semangat MenuntutIlmu (solo)
- Hizbullah Vs Hizbusy Syaithan (POLDA DIY)
- Mengapa_Kami_Bubarkan_FKAWJ_-_1A
- Mengapa_Kami_Bubarkan_FKAWJ_-_1B
Tematik:
- Oleh-oleh dari Pulau Nias (Pasca Gempa Nias)
- Sebab-Sebab Perpecahan (Masjid Ulil Albab UII)
- Pentingnya Ilmu Syar’i (UII 24-03-07)
- Silaturahim Lebaran 1427 H “Kisah-Kisah Perjuangan Laskar Jihad” (Ponpes Ihya` Assunnah Degolan)
- Budayakan Sabar dan Syukur (Khuthbah `Ied 2005-11-03)
- Peringatan Nabi dari Bahaya 3 Golongan dalam Islam (UII)
- Lailatul Qadar
Bantahan-Bantahan:
- Bantahan terhadap Harakiyyiin
- Bantahan terhadap Luqman Ba`abduh
- Klarifikasi Thd dialog dg Abu Bakar Ba`syir
- Kontroversi Majlis Dzikir
- Menepis Syubuhaat seputar Jihad
- Ta`addud az zaujaat (Poligami)
- Tabayyun Seputar Kontroversi Hukum Musik
ni semua?
April 26, 2010 pada 4:46 am
iya katanya jafar umar sudah ruju.tetapi yang namanya ruju harus ada konsekuensinya.dia harus meminta maaf kepada para mantan muridnya yang pernah dia sakiti tanpa harus malu atau gengsi.banyak mantan muridnya yang harus dia datangi,dia dekati dan meminta maaf dari nya.kalau cuma ruju aja tapi tidak mau kumpul bersama dengan ikwan ikwan lain kan percuma.supaya terbukti kejujurannya dan keiklasannya.
April 27, 2010 pada 8:49 am
@ Yanmuh: Sudahkan antum membaca majalah salafy edisi ruju` beliau ? atau membaca situs beliau ( http://alghuroba.org/142 )tenatng ruju`nya beliau ? Kalau belum ana sarankan antum baca dulu baru komentar. Sebab sudah banyak yang berkomentar seperti antum yg disampaikan kepada ana secara langsung ataupun tidak langsung, namun sayang sebagian ikwan itu justru menurut ana yang tidak membuka diri terhadap sikap ruju` yang Ust Ja`far proklamirkan. Mereka tau Ust telah menulis dan menyatakan ruju` secara terang-terangan di majalah dan situsnya namun mereka enggan membacanya, namun sayangnya walaupu enggan mrk tetap tidak meyakini ruju`nya beliau dan berkomentar dg koment yg miring.
Di dalam tulisannya beliau terang terangan menyatakan ruju` dari kesalahan2 yg beliau lakukan dan juga terang2an meminta maaf thd seluruh salafiyyiin termasuk mantan murid2 beliau dan beliau juga mengajak bersatu dibawah manhaj ahlussunnah wal jama`ah. Itu terang2an beliau ungkapkan.
Dan itu juga bukan sekedar ungkapan basa-basi saja, beliau juga membuktikannya dg tanpa malu2 melakukan pendekatan kembali dg para salafiyyin yg dulu bertentangan dg beliau, bahkan beliau juga diundang mengisi tabligh akbar di tengah2 mereka antara lain bertemakan “Palestina Menangis” di Masjid Pogung Raya Jogjakarta. Bahkan salah satu ust senior dari ikwan mantan Laskar Jihad jg sempat datang kerumah beliau dan menjenguk beliau ktk sakit. Itu semua bukti kongkrit keseriusan beliau dalam ruju`nya.
Hanya saja sayangnya ada sebagian ikhwan yang masih menutup diri thd beliau khususnya mantan murid (Laskar Jihad) dulu. Tentang itu ktk ana tabayyunkan langsuk ke beliau, beliau mengatakan “ana akan bekerja sama dg orang yang mau bekerjasama dengan ana, kl tidak mau bekerjasama ya silahkan” . demikkian jwbn beliau ktk ana tanyakan ttg sikap beliau menyikapi penolakan terhadap ruju` beliau oleh mantan murid beliau dr LJ.
Semoga antum bisa obyektif dalam menilai masalah ini, dan tidak hanyut dalam gelombang ta`ashshub dan hizbiyyah tanpa sadar dalam menilai suatu masalah khususnya masalah ini. Wallahu a`lam
Mei 26, 2010 pada 6:38 am
akhi fillah
jazakalloh khoiron
ana dah banyak download kitab2 arabnya….semoga bermanfaat…
oy…hendaknya sebagai tholibul ilmi, jangan terlalu membesar2kan masalah yang ada dikalangan ustadz,,,biarlah mereka yang menyelesaikan….tugas kita hanyalah menuntut ilmu untuk mencari kebenaran…ya pastinya dengan ustadz2 yang memang kompeten dibidangnya…pasti antum semua sudah paham dan tahu akan hal ini…saran na agar tidak ditonjolkan kepermukaan masalah yang seperti ini…khwatir saudara2 kita yang belum kenal pemahaman salaf malah lari dan menjauh dan khawatir pula saudara2 kita yang baru kenal akan menjauh dan lari dari kajian salaf…pemahaman setiap orang pasti berbeda akhi fillah…sekalipun mereka ustadz….so hendaknya kita dapat meneliti lagi sebelum mengambil…dan hendaknya lebih teliti lagi sebelum bicara…perdebatann seperti ini bagi kita akan menguras tenaga yang seharusnya untuk mencari ilmu….UHIBBUKUM FILLAAH IKHWATAL-ISLAM….
Mei 28, 2010 pada 11:29 pm
Na`am akh robi, antum benar, namun fokus ana bukanlah pada pembelaan kpd ustadz fulan au allan, namun hanya mengingatkan kembli manhaj ahlussunnah wal jama`ah dalam hal tabayyun. karena kalau ana perhatikan dalam masalah ilmu tentang tabayyun memang rata-rata tidak ada masalah dan semua pemahaman di antara seluruh thalibul `ilm sama tentang kemestian tabayyum sebelum masuk kedalam proses ta`yin (menghukumi orang ttg suatu masalah). Namun kalau sudah berada di dalam kondisi fitnah, ilmu dan pemahaman ttg tabayyun tsb seakan-akan hilang, shg seolah-olah tabayyun tidak diperlukan lagi ketika hendak menghukumi seseorang, cukup hanya berdasarkan info dr si fulan dan si fulan sudah bisa menvonis seseorang. dan unikny fenomena ini tidak hanya terjadi pada thalibul `ilmu junior saja, akan tetapi bahkan jg terjadi pada yang levelnya ustadz. Shg ilmu yang demikian kokoh ktk menyampaikannya di majelis ilmu seakan-akan hilang ketika berada pada kondisi fitnah spt ini yang ini merupakan kondisi riil yang seharusnya ilmu itu diterapkan sebagaimana mestinya bukannya malah dilupakan. Wallahu a`lam
Oktober 26, 2011 pada 7:25 pm
Wahh…sobat w minta cdx donk, tlng hbungi saya di weblog ane y. trims…
Wassalamua’alaikum…wr.wb
Oktober 29, 2011 pada 8:52 am
boleh
November 6, 2011 pada 8:07 pm
apa hukumnya membaca manaqib, istigosah, dan tahlilan?