9 Sisi Pengharaman Khamr

Ada beberapa syubhat (kerancuan) bagi sebagian kaum muslimin tentang permasalahan khamr. Ada yang mengatakan bahwa tidak ada larangan yang tegas dan khusus terhadap khamr di dalam Al Qur`an. Sebab di dalam Al Qur`an tidak terdapat kata-kata larangan seperti “hurrimat `alaykumul khamr” (diharamkan atas kalian khamr) dan sebagainya, sebagaimana ketika Allah melarang kita memakan bangkai, Allah mengatakan “Hurrimat `alaykumul mayyita“ (diharamkan atas kalian mayyit). Yang ada dalam masalah ini hanyalah kata-kata “fajtanibuuh” (jauhilah). Oleh sebab itu mereka mengatakan bahwa hal ini menunjukkan khamr itu hukumnya tidak haram tapi makaruh saja, karena Allah hanya memerintahkan kita untuk menjauhinya. Syubhat yang lain ialah digantinya khamr dengan nama-nama yang lain sehigga khamr tersebut menjadi samar bagi sebagian kaum muslimin, serta berbagai syubhat yang lainnya yang menimbulkan kerancuan tentang hukum khamr ini. Maka di dalam pembahasan ini akan dikupas secara singkat tentang permasalahan ini, agar berbagai kerancuan tersebut dapat dihilangkan di dalam pikiran kaum muslimin. Dalam Hal ini Allah Ta`ala berfirman di dalam surah Al Ma`idah 90-92: 90. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. 91. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). 92. Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang Didalam ayat ini terdapat 9 sisi pengharaman khamr antara lain:: 1. Allah mensifati khamr dengan ungkapan ”rijis” (najis). Kemudian Allah Memulai ayat tersebut dengan kata ”inna maa” (hanyalah), ini memberi makna batasan, yakni seakan-akan khamr tidak memiliki sifat yang lain kecuali hanya rijis. Dan tidaklah Allah menyebutkan ”Rijis” dalam Alquran melainkan sesuatu tersebut memiliki sifat yang sangat jelek. Contoh lain di dalam firman Allah di dalam Surat Al Hajj 30: ”maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang Rijis (najis) itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta”. Kita ketahui bahwasannya menyembah berhala itu merupakan kesyirikan, dan kesyirikan itu adalah kenajisan yang terbesar. Dan ayat-ayat lainnya yang senada dengan itu yang menunjukkan bahwa rijis itu memiliki sifat yang amat jelek. 2. Allah menggandengkan khamr dan perjudian dan juga bahkan dengan kesyirikan. Dan tatkala Allah menggandengkan suatu perkara dengan kesyirikan, maka ini menunjukkan perkara itu luar biasa jeleknya, karena syirik itu adalah kedzaliman dan kejelekan yang amat besar sebagaimana yang diterangkan oleh Allah di dalam surat Luqman 13: ” Sesungguhnya menyekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar “. Maka tatkala khamr itu digandengakan dengan perbuatan syirik, maka hal itu menunjukkan bahwa khamr ialah perkara yang amat jelek dan bukan suatu yang sepele. 3. Allah menyebutkan bahwa meminum khamr itu termasuk ke dalam perbuatan setan. Ini jelas menunjukkan bahwa khamr merupakan perkara yang sangat jelek sekali. Dan kita diperintahkan oleh Allah dan RasulNya untuk menyelisihi seluruh perbuatan atau kebiasaan syaithan. Misalnya syaithan makan dengan tangan kiri, maka kita dilarang makan dengan tangan kiri karena itu berarti meniru-niru perbuatan syaithan. Demikian pula dalam masalah khamr, karena mengkonsumsi khamr itu merupakan perbuatan syaithan, maka kita dilarang ikut-ikutan menggunakannya dalam rangka menyelisihi perbuatnnya. 4. Allah melarang kita mendekati khamr dengan ungkapan ”fajtanibuuhu”. Maka bila didekati saja dilarang, tentunya meminumnya lebih haram lagi. Karena ketika sesuatu itu dilarang untuk didekati, berarti menggunakannya tentu lebih haram lagi. 5. Allah menyatakan kepada orang yang menjauhi khamr dengan ungkapan “la`allakum tuflihun” (agar kalian beruntung). Tentu beruntung disini maknanya ialah beruntung baik di dunia maupun di akirat. Maka mafhum mukhalafahnya (pengertian sebaliknya) yakni barangsiapa yang justru menggunakannya, maka ia akan terlepas dari keberuntungan itu dan akan mendapatkan kecelakaan baik di dunia dan di akhirat. 6. Allah menyebutkan akibat buruk dari khamr dalam hubungan kemasyarakatan, yakni dengan khamr ini syaithan menginginkan terjadi permusuhan dan kebencian diantara manusia. Ini tentu bertentangan dengan Islam yang bertujuan menebarkan kedamaian dan keselamatan kepada seluruh manusia. 7. Khamr menghalangi kaum muslimin dari mengingat Allah, dan segala sesuatu yang mengalangi manusia dari dzikir (mengingat) kepada Allah maka hukumnya adalah haram. 8. Allah mengakhiri dengan ungkapan “mengapakah kalian tidak berhenti dari minum khamr”. Para ulama menjelaskan bahwa pertanyaan ini bermakna menjelek-jelekkan. Artinya menunjukkan bahwasannya perkara tersebut adalah perkara yang amat jelek. 9. Allah mengaitkan ayat tentang pengharaman khamr dengan ayat tentang taat kepada Allah dan RasulNya. Artinya kita dibimbing untuk meninggalkan khamr itu semata-mata karena dalam rangaka taat kepada Allah dan RasulNya, bukan karena yang lainnya. Inilah metode pendidikan yg terbaik yang hanya diajarkan di dalam Islam. Karena pendidikan seperti ini dapat berakibat bertambahnya keimanan seseorang Karena motivasi yang dibangun untuk meninggalkan perkara tersebut adalah semata-mata karena ta`at kepada Allah dan RasulNya, bukan karena hal-hal lain seperti karena takut akan bahaya dari dzat tersebut ataupun motivasi-motivasi lainnya yang selain karena Allah dan RasulNya. Mental yang seperti inilah yang ingin dibangun Islam dalam metode pendidikan ala Islam ini, yakni mental yang ikhlash dalam beramal semata-mata hanya mengharap keutamaan dari sisi Allah Ta`ala. Beberapa syubhat (kerancuan) seputar khamr: 1. Mereka mengatakan hukum khamr itu hanya makruh dan tidak haram karena Allah hanya memerintahkan untuk kita menjauhinya. Ini merupakan qo`idah syaithaniyyah yang lemah akibat keliru dalam mengambil hukum dari ayat ini. Qa`idah yang seharusnya diambil dari ayat ini adalah “min baabil aula” yakni mencegah kepada perbuatan yang haram. Artinya mendekati perbuatan khamr itu saja adalah perbuatan haram, apalagi mempergunakannya tentu lebih besar lagi keharamannya. Ini sebagaimana contoh pada kasus yang lain Allah berfirman di dalam Surat Al hajj 30: ”maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang Rijis (najis) itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta”. Kalau menggunakan qa`idah mereka, maka kita tanyakan apakah menyembah berhala (perbuatan syirik) itu hukumnya hanya makruh saja hanya karena Allah hanya memerintahkan untuk menjauhi dengan kata-kata “fajtanibuuhu” bukan larangan dengan kata-kata “hurrimat”. Tentu ini tidak bisa diterima. Perbuatan syirik jelas-jelas merupakan perbuatan yang haram dengan tingkat keharaman yang tertinggi. Maka ayat ini sebagaimana ayat tentang khamr tadi yakni min baabil aula, artinya upaya mencegah kepada perbuatan yang haram. Dimana mendekati berhala-berhala itu saja sudah dilarang, apalagi menyembahnya tentu lebih terlarang lagi. Maka oleh sebab itu khamr itu adalah perkara yang haram, bukan makruh seperti yang mereka sangkakan. 2. Mengganti nama khamr dengan nama yang lain. Misalnya mereka mengatakan khamr itu hanyalah khusus minuman yang memabukkan yang terbuat dari anggur saja. Hal seperti ini sesungguhnya telah disinyalir oleh Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam: ”Sungguh akan ada segolongan dari umatku yang menghalalkan khamar (minuman keras) dan memberinya nama dengan nama (label) lainnya [Musnad Ahmad dan Sunnah Ibnu Majah. Ibnu Hajar mengatakan dalam Fathul Bari 10 : 51. “Sanadnya bagus”. Hadits ini juga dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir 5 : 13-14, hadits no 4945]. Maka Allah Yang Maha Mengetahui telah mengetahui bahwa diakhir zaman nanti akan ada perbuatan yang semacam ini. Maka jauh-jauh hari telah diantisipasi dan diperingatkan oleh Allah melalui lisan RasulNya Shalallahu `Alayhi Wasallam tentang batasan-batasan khamr: ”Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram” [Irwa’ul Ghalil 8/40/2373]. Dari hadits tersebut diketahui bahwa definisi khamr itu adalah segala yang memabukkan, apakah ia terbuat dari anggur, pisang, durian dan sebagainya, atau apakah ia berbentuk cair, serbuk atau padat, pokoknya bila ia memabukkan maka ia termasuk khamr. Maka dengan ini terbantahkanlah argumen mereka yang mengatakan khamr itu hanya yang terbuat dari anggur saja, atau yang berbentuk bir (beer) saja. Karena khamr itu adalah segala sesuatu yang memabukkan, dari apapun ia berasal (terbuat) dan apapun bentuknya Demikianlah 9 sisi pengharaman khamr yang terdapat dalam Al Qur`an yang seandainya jika hanya salah satunya saja dari sisi-sisi tersebut yang kita jadikan pegangan untuk pengharaman khamr, niscaya hal itu sudah cukup. Namun karena Allah Maha Mengetahui bahwa nanti akan ada sebagian kaum muslimin yang meragukan keharaman khamr, maka Allah sediakan 9 sisi pengharaman khamr ini untuk lebih meyakinkan kaum muslimin lagi akan keharaman khamr ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan Allah ta`ala untuk menjauhi khamr ini semata-mata karena Allah Ta`ala, Amin. Wallahu A`lamu Bish Shawaab

Iklan
Ditulis dalam Ibadah. 22 Comments »

22 Tanggapan to “9 Sisi Pengharaman Khamr”

  1. Amal baladiin Says:

    Setuju

  2. rusni Says:

    Begitu besar mudharatnya, tetapi kenapa di Indonesia yg berpenduduk muslim terbesar ini masih banyak pembeli/penjual/pemakai khamr ???

    Mari majukan kehidupan syariah, hindarkan magrib = maisir, ghoror, ribawi.

    Tks & wassalam wr wb.,
    Rusni TAS PT Asuransi Takaful Keluarga
    asuransi pertama dan terbaik syariah, kunjungi
    http://takaful99.blogspot.com
    http://asuransi-terbaik-syariah.blogspot.com

  3. doktermuslim Says:

    ijin copas

  4. khairianingsih Says:

    Assalamu’alaikum
    Maaf aku pendatang baru di dunia blog dan mau belajar buat dan kelola blog dengan materi tentang Islam. Untuk sementara agar halamanku tidak kosong melompong, makanya ada beberapa tulisan yang aku copy paste dari web yang seiman, semoga tidak keberatan, dan terima kasih.
    Wassalam

  5. abudini Says:

    assalamualikum akh…..ana izin copas..syukron barakALLAH hu fiikum.

  6. anti Says:

    ulama’ mana yg memahkruhkan khamer?kalau gak tau jangan gomong bung.dan jangan bawa bawa nama ulama’ segala,orang kayak kamu ini yg dimaksud hijabul islam,atau bahkan muhdimul islam,sebaiknya kamu belajar ushul dulu,baru ngomong nyocos,agar g jd mudlillun

  7. anti Says:

    ulama’ mana yg memakruhkan khamer?kalau gak tau jangan gomong bung.dan jangan bawa bawa nama ulama’ segala,orang kayak kamu ini yg dimaksud hijabul islam,atau bahkan muhlikul islam,musallithul islam sebaiknya kamu belajar ushul dulu,baru ngomong nyocos,agar g jd mudlillun

  8. anti Says:

    kalau kamu gak terima,aku tantang kamu debat,dimana saja,kalau mau diblog,diblog kakakq,sumpah aq sangat marah ma orang orang yg menyesatkan kayak kamu ini.

  9. anti Says:

    mana jawabanmu?ulama’ mana yg memakruhkn khamer?udah ngaji ushulnya?bersalaman dengan peminum khamer saja pahalanya dihapus oleh ALLAH,coba kamu lihat di kitab lubub,di kitab rawdlah,malah sebagian ulama’ tidak berani memakfukan kencing dan khamer buat obat walau seandainya sudah jelas jelas bisa menjadi obat,ayo silahkan pakai dalil,jangan cuma gaya,baduwiy

    • sirbram Says:

      Saudara anti Allah yahdiika….
      kelihatannya anda ini salah faham dg tulisan saya, coba baca dulu yang bener, saya tidak pernah mengatakan khamer itu makruh. Dari awal saya berkeyakinan bahwa khamer itu HARAM. Sebelum bertele tele, kalimat mana yang menunjukkan saya memakruhkan khamer. Di awal tulisan saya menceritakan sebagian pendapat orang2 jahil yang menyatakan khamer itu makruh (sekali lg bukan pendapat saya), dan bila anda membaca dg serius tulisan saya anda akan fahami bahwa saya mengharamkan khamer bnukan memakruhkan.

    • sirbram Says:

      dari judulnya saja sudah jelas 9 Sisi PenHARAMAN Khamer, kemudian dari Komentarnya jg mereka memahami dari tulisan saya bahwa khamer itu haram, kok anda bisa memahami dari tulisan saya justru kebalikannya. Saya menharamkan kok justru anda anggap saya memakruhkan. Ishbir ya akhi, jangan tergesa-gesa dalam menelitti sesuatu apalagi sampai menghujat spt itu.

      • kelik Says:

        saudara anti….tolong baca,pahami & resapi serta telaah isi dari sebuah tulisan.jangan cuman dilihat judul & covernya saja.anda tepancing dengan judul tapi kurang melihat isinya….anda ter “provokasi” cukup jelas walaupun cuman di baca sekali “mendekati saja dilarang,apa lagi menggunakannya sudah sangat pasti terlarang yang berarti haram” itu menurut saya lho ya….tapi Allah menciptakan manusia dengan berbeda2 cara pemahaman & pola berpikir…trimakasih.

  10. chachachichi Says:

    wah ada perang nih.
    maaf bukan mau ikut ikut,saudara anti kayaknya terlalu keras deh.
    kalau mau menegur ya yang baik deh.
    tapi maaf juga buat mas sirbram,kata katanya memang menurut saya kurang pas,
    nomer satu kata kata “subhat” karna subhat itu kesamaran antara haram dan halalkan?
    nomer dua anda menulis alqur’an hanya bahasa ajamnya saja,menurut kitab kitab salaf itu dilarang,bagi santri santri salaf itu tidak disukai.
    nomer tiga,mungkin anda tambah postingan anda ini dengan menerangkan apa kejadian pertama kali sehingga anda tergerak untuk mempostingnya,dengan begitu mungkin tidak akan ada yang salah faham terma kasih dan maaf kalau saya menyinggung perasaan anda berdua,dan yang terakhir ishlah saja,kalau anda memang merasa sama sama muslim,karna permusuhan jelas haram di islam

  11. sabrina Says:

    ijin copas, buat bahan ngisi sanlat…syukran

  12. azka yudanegara Says:

    Definisi yang umum seperti yang disampaikan di atas bahwa khamr adalah segala sesuatu yang memabukan dari apapun dibuatnya. Berarti segala sesuatu yang tidak memabukan yang terbuat dari apapun adalah bukan khamr, bukan begitu?
    Saat ini banyak minuman yang terbuat dari anggur atau jenis buah yang lain dengan proses yang sama seperti membuat wine tetapi tidak memabukan, contohnya HEATED WINE ATAU GLÜHWEIN. Bahkan ada juga beer atau sampagne yang tidak bikin mabuk, minuman seperti itu masih dikategorikan khamr atau tidak?.
    Saya kira semua muslim sepakat bahwa khamr itu haram, yang membingungkan justru definisi khamr atau batasan khamr itu seperti apa?

  13. Tam Says:

    kita di perintah untuk menjauhi,kalau sudah coba2 mendekat akan lain ceritanya.(sama halnya dengan zina) kita juga di perintah menjauhinya,….zina mata,telinga dll….kalau sudah mendekat efek negatifnya SANGAT BESAR…dan berkelanjutan bagi si pelaku.Jadi kata2 menjauhi sebenarnya sangat BERAT dan BERBOBOT.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: